Hatta..
Tanggal 9 Rabiul Awal 1437 H adalah hari terpenting bagi ayah dan bunda. Karena di hari itu kakek sebagai wali nikah bunda menikahkan bunda dengan ayah. Cerita takdir jodoh ayah dan bunda (dalam versi bunda) berawal saat ayah dan bunda adalah mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Program Studi Akuntansi, sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru wajib mengikuti sosialisasi jurusan. Ketika sosialisasi jurusan, pada waktu makan siang, bunda kebinggungan mencari box bekal bunda, sehingga bunda melapor kepada ketua kelas, yang mana saat itu ketua kelas bunda adalah ayah. Walaupun ayah membantu bunda mencari, box bekal bunda tetap tidak ketemu. Ketika itu ayah bilang "maaf ya bekalnya tidak ketemu.", bundapun menjawab pasrah "iya udah gapapa.". Namun ternyata ayah dengan percayadiri malah melanjutkan memperkenalkan dirinya kepada bunda "Nama saya Bhaskoro Pradana, pake Bh, panggil aja Bhepe, saya ketua kelas AK C kalau ada apa-apa bilang aj.", bundapun binggung mau menanggapi bagaiman "eh.. iya". Kalau diinget-inget ke masa itu lucu banget ayah dengan percayadirinya bilang "pake Bh" saat itu sempet bunda ngebatin dalam hati "lucu banget si cowok ini" dan ga pernah terbayangkan ternyata itu adalah awal cerita takdir jodoh ayah dan bunda.
Cerita selanjutnya, ayah dan bunda berada di kelas yang sama, yaitu AK C Pagi. Banyak kisah yang terjadi di kelas AK C pagi angkatan 2007, namun benih asmara ayah dan bunda tidak banyak yang tau tepatnya hanya dua orang teman di AK C pagi yang mengetahui kisah asmara ayah dan bunda. Benih asmara yang terjadi ketika menjelang kesibukan mengerjakan Tugas Akhir status ayah dan bunda sempat ingin berubah dari "teman" menjadi "teman dekat" namun takdir menakdirkan, saat itu hubungan ayah dan bunda sebatas teman saja. Saat itu bunda memutuskan untuk mengikuti logika bunda fokus menggapai apa yang diinginkan, walaupun hati terasa pilu. Dalam perjalanan menggapai apa yang bunda inginkan, godaan benih asmara yang lain muncul. Sempat bunda kembali tergoda namun akhirnya bunda merasakan kembali pilunya hati. Sehingga bunda memutuskan benar-benar munutup hati, biar logika menemani hari-hari bunda.
Hatta, dari apa yang telah bunda alami ini, jika nanti hatta mengalami masa dimana benih asmara itu hadir namun hatta belum berkemampuan untuk menikahi perempuan yang hatta yakini adalah jodoh hatta ( perempuan pujaan hati ), maka tundukan pandanganmu dan berpuasalah, itu lebih baik bagimu, hatta. Karena cerita takdir jodoh sudah Alloh tulis dalam lauhul mahfudz, janganlah kau risau.
1.Risau disaat sekelilingmu (teman-temanmu) melangengkan benih asmara mereka dengan ikatan pacaran. karena cinta suci hanya diikat dengan pernikahan.
2.Risau perempuan pujaan hatimu didekati oleh laki-laki yang lebih disegala hal darimu, maka ingatlah kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Azzahra.
Sehingga isilah harimu dengan kegiatan dan aktivitas positif yang dapat memperluas wawasanmu dan ilmumu, karena luarbiasa banyak hal yang dapat hatta pelajari di dunia ini, dan jadilah profesional dibidang yang hatta sukai dan minati.
Comments
Post a Comment