Skip to main content

29 Rajab 1443

Perlu waktu 5 tahun bagi saya dan suami untuk mendapatkan amanah anak kedua dari Alloh. Segala cara dan situasi sudah kami lewati:
1. Makan makanan  dan minum minuman tertentu di tanggal tertentu.
2. Mengikuti program kehamilan ke dokter, yang mana baru mau program, suami mendapat amanah tugas ke Aceh, alhasil program gagal.
3. Mengamini setiap pertanyaan kapan punya anak kedua?. Ditambah dibandingkan dengan adik ipar saya yang sudah punya anak kedua lebih dulu.

Dari hal-hal tersebut diatas saya belajar. Jika nanti saya menanyakan seseorang (baik orang dekat atau baru kenal) mengenai jumlah anak (kalau bisa tidak perlu menanyakan, biar orangnya sendiri yang bercerita), maka saya tidak usah bertanya lebih dalam, apa lagi membanding-bandingkan dan atau memberikan advice. 

Memiliki anak merupakan rezeki dari Alloh. Hanya Alloh yang mengetahui waktu yang tepat kapan rezeki berupa anak diberikan kepada pasangan suami istri, sehingga sepatutnya pasangan tersebut hanyalah meminta dan memohon rezeki anak kepada Alloh. Hal ini yang saya dan suami temui dalam akhir perjalanan kami untuk mendapatkan rezeki anak. Dimana segala cara sudah kami lakukan namun tidak membuahkan hasil, sehingga yang bisa kami lakukan hanyalah memasrahkan diri kepada Alloh.

Setelah mendapatkan amanah rezeki anak dari Alloh, kami lebih well preparation ( mengikuti seminar pra persalinan, senam hamil sejak 37 week dan  menyiapkan perlengkapan ke rumah sakit sejak 36 week) dan lebih mendekatkan diri kepada Alloh untuk kehamilan dan persalinan kedua ini. Salah satu alasannya karena kehamilan dan persalinan kali ini terjadi disaat pandemi.

Sisi positif hamil dimasa pandemi, ketika tiga bulan menjelang persalinan alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk Work from Home (Wfh) oleh kantor. Wfh bukan berarti saya tidak mengerjakan pekerjaan, bahkan sehari sebelum persalinan saya masih rapat seksi.

Manusia bisa berencana, berusaha dan berDo'a agar semuanya lancar, namun beberapa hal tidak terduga terjadi saat kehamilan dan proses persalinan:
1. Di usia kehamilan 36 week, tiba-tiba seluruh tubuh saya gatal-gatal, setiap malam saya tidak bisa tidur. Awalnya saya coba menggunakan sabun bayi lactacyd dan bedak caladine cair, namun malah semakin merah. Akhirnya suami minta saya untuk berobat ke dokter kulit(dokter vony di rs hermina bekasi), Alhamdulillah setelah dari dokter kulit gatal-gatal sudah tidak memerah dan berkurang gatalnya. Namun obat minum yang diberikan oleh dokter membuat saya lebih mengantuk.
2. Di usia kehamilan 37 week, tiba-tiba adik ipar, istri adik ipar, ibu mertua, anak pertama saya dan suami positif covid omnicorn, Qodarulloh saya saat di PCR hasil negatif. Saat itu, saya worry sekali bagaimana jika suami saya masih positif disaat saya merasa kontraksi atau saat saya melahirkan. Salah satu peraturan persalinan disaat pandemi yaitu hanya dapat didampinggi oleh satu orang, serta ibu hamil dan pendamping harus negatif covid. Alhamdulillah, setelah isoman 14 hari adik ipar, istri adik ipar, ibu mertua, anak pertama saya dan suami kembali melakukan tes dan hasilnya negatif.
3. Di usia kehamilan 38 week, tiba-tiba beredar informasi bahwa suami harus berangkat maksimal tgl 7 maret 2022 ke kota penempatan yaitu Aceh, dimana 7 maret 2022 merupakan HPL. Qodarulloh penempatan suami saya ke Aceh diundur sampai akhir bulan Mei.
4. Saat pembukaan dua, ternyata suami ada jadwal zoom pagi sampai dengan siang. Qodarulloh dari pagi hingga siang pembukaan dua tidak kunjung naik. Setelah suami selesai zoom, makin lama pembukaan semakin naik. Kontraksi semakin intens dan sakit diperut makin menjadi. Hingga akhirnya 18.30 saya melahirkan anak kedua.

Walaupun pernah melakukan persalinan 5 tahun lalu, ternyata saya lupa bagaimana rasanya kontraksi sesungguhnya dan kontraksi palsu. Jadi kontraksi sesungguhnya perut rasanya benar-benar mules, sedangkan kontraksi  palsu mulesnya tidak terlalu dan hilang timbul hilang timbul. Saat persalinan saya benar-benar bergantung kepada suami saya. Terutama saat pembukaan semakin bertambah dan kontraksi semakin sakit, suami saya:
1. Menyemangati saya bisa melahirkan normal "baca istigfar, insyaa Alloh bisa", dikala mulai terucap kata "q ga kuat aa" dari bibir saya.
2. Mengingatkan saya untuk tarik napas dan buang napas dengan teratur, dan jangan mengeden dahulu sebelum pembukaan 10 dan sabar menunggu dokter triskawati indang datang.
3. Mengalihkan rasa sakit yang saya rasakan dengan bercerita mengenai moment-moment lucu hatta.

Pada kelahiran kedua ini, saat anak saya keluar, qodarullah saya dalam keadaan sadar. Salah satu faktor yang membuat saya masih sadar dan bisa mengejan mungkin karena saya minum dua kuning telur saat pembukaan dua, satu kuning telur saat pembukaan tiga selain itu di saat persalinan saya minum air teh.

Begitulah pengalaman kelahiran anak kedua kami. Untuk saya pribadi, pengalaman ini menambah kecintaan saya kepada Alloh dan menambah rasa sayang saya kepada suami saya.

Comments

Popular posts from this blog

Takdir Jodoh (part1)

Hatta.. Tanggal 9 Rabiul Awal 1437 H adalah hari terpenting bagi ayah dan bunda. Karena di hari itu kakek sebagai wali nikah bunda menikahkan bunda dengan ayah. Cerita takdir jodoh ayah dan bunda (dalam versi bunda) berawal saat ayah dan bunda adalah mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Program Studi Akuntansi, sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru wajib mengikuti sosialisasi jurusan. Ketika sosialisasi jurusan, pada waktu makan siang, bunda kebinggungan mencari box bekal bunda, sehingga bunda melapor kepada ketua kelas, yang mana saat itu ketua kelas bunda adalah ayah. Walaupun ayah membantu bunda mencari, box bekal bunda tetap tidak ketemu. Ketika itu ayah bilang "maaf ya bekalnya tidak ketemu.", bundapun menjawab pasrah "iya udah gapapa.". Namun ternyata ayah dengan percayadiri malah melanjutkan memperkenalkan dirinya kepada bunda "Nama saya Bhaskoro Pradana, pake Bh, panggil aja Bhepe, saya ketua kelas AK C kalau ada apa-apa bilang aj....

First post

Assalamualaikum.. Saya Ismi Febrianty.. Blog ini merupakan kumpulan beberapa catatan peristiwa penting dalam hidup saya..