Skip to main content

Posts

Marahku untuk kebaikan kalian

Hari ini, di jalur KRL stasiun manggarai, bunda mulai menulis kembali. Entah mengapa isi kepala bunda dipenuhi dengan kehampaan. Tahun ini sudah berjalan 6 bulan lebih, namun rasanya sangat amatlah melelahkan. Rasanya bunda bukanlah orangtua yang ideal seperti di drama2 atau yang ada dibuku parenting. Karena tiada hari bunda berteriak memarahi kalian. Apakah kemarahan ini wajar, atau kelelahan bunda beralih kekemaarahan kepada kalian, atau karena bunda sudah melihat betapa kejamnya cara dunia ini bekerja. Sehingga bunda terlalu memaksa kalian mengikuti standar tinggi bunda. Apakah kemarahan ini akan menjamin masa depan kalian menjadi lebih baik? Atau kemarahan bunda dapat merusak masa depan kalian? Apakah jika bunda tahu masa depan atau ada buku bagaimana seharusnya menjadi orangtua, akankah bunda akan lebih berdamai dengan kekacauan kecil yang kalian lakukan. Hai anak2ku.. Jika suatu saat nanti kalian sudah besar dan membaca ini. Bunda harap kalian dapat memaafkan bunda, m...
Recent posts

29 Rajab 1443

Perlu waktu 5 tahun bagi saya dan suami untuk mendapatkan amanah anak kedua dari Alloh. Segala cara dan situasi sudah kami lewati: 1. Makan makanan  dan minum minuman tertentu di tanggal tertentu. 2. Mengikuti program kehamilan ke dokter, yang mana baru mau program, suami mendapat amanah tugas ke Aceh, alhasil program gagal. 3. Mengamini setiap pertanyaan kapan punya anak kedua?. Ditambah dibandingkan dengan adik ipar saya yang sudah punya anak kedua lebih dulu. Dari hal-hal tersebut diatas saya belajar. Jika nanti saya menanyakan seseorang (baik orang dekat atau baru kenal) mengenai jumlah anak (kalau bisa tidak perlu menanyakan, biar orangnya sendiri yang bercerita), maka saya tidak usah bertanya lebih dalam, apa lagi membanding-bandingkan dan atau memberikan advice.  Memiliki anak merupakan rezeki dari Alloh. Hanya Alloh yang mengetahui waktu yang tepat kapan rezeki berupa anak diberikan kepada pasangan suami istri, sehingga sepatutnya pasangan tersebut hanyalah...

Proses Hatta disapih

Kalau bicara tentang perAsian, bagi mommy pekerja seperti saya sangatlah banyak tantangannya. Beberapa tahap perAsian yang saya lalui yaitu: 1. Awal pemberian ASI Alhamdulillah proses awal pemberian ASI kepada hatta lancar, dimana hatta tidak binggung puting. Mengenai posisi menyusui, lerning by doing. 2. Proses pumping ASI Setelah 2 minggu dari lahiran, saya baru mencoba melakukan pumping ASI. Awalnya dapet sedikit sekali 1 ml perlu waktu yang lama. Sempet resah dan khawatir, bagaimana ini, belum ada stock ASI, 1 stgh bulan masuk kantor. Setelah googling dan tanya sana sini, ternyata ini wajar, karena kebutuhan baby y juga masih sesikit. Alhamdulillah dapet pinjaman pumping dari mba ian dan sering di pumping akhirnya volume hasil pumping lebih banyak. Stockpun mulai ada, dan alhamdulillah mencukupi. Hingga akhirnya saya mulai masuk kerja, awal-awal masuk kerja saya masih bisa pumping. namun seiring waktu berjalan, kerjaan datang tanpa henti, jadwal pumping terbengkala...

Proses Hatta Toilet Training

Berawal dari kegalauan saya karena kurang lebih 2 bulan setiap mau tidur hatta bilang "hatta mau tidur sama uti" 😭😭 . Sedih banget, tapi ini juga karena salah saya. 1. Saya terus-terusan pulang malam. Selama 2 bulan saya pulang larut malam. Dari bulan agustus s.d september kerjaan kantor semakin banyak tapi personilnya berkurang, alhasil s.d akhir september selalu pulang dari kantor larut malam, sesampai di rumah sudah tepar, kalaupun main sama hatta sebentar banget, kebanyakan saya yang ktiduran duluan, alhasil hatta tidur sama utinya. Di bulan oktober sudah ada mba tiwie dan mas ugi, kerjaan sudah dibagi-bagi, dan saya mulai pulang sesuai jam kantor. 2. Saya memaksa hatta untuk disapih. Saya ga mau ini terus berlanjut, bukan karena saya tidak suka hatta tidur sama utinya. Tapi saya merasa bonding saya dan hatta sudah mulai renggang. Saya memutuskan untuk cuti selama 5 hari (menghabiskan cuti tahunan saya, Alhamdulillah atasan mengizinkan), sehing...

Takdir Jodoh (part1)

Hatta.. Tanggal 9 Rabiul Awal 1437 H adalah hari terpenting bagi ayah dan bunda. Karena di hari itu kakek sebagai wali nikah bunda menikahkan bunda dengan ayah. Cerita takdir jodoh ayah dan bunda (dalam versi bunda) berawal saat ayah dan bunda adalah mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Program Studi Akuntansi, sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru wajib mengikuti sosialisasi jurusan. Ketika sosialisasi jurusan, pada waktu makan siang, bunda kebinggungan mencari box bekal bunda, sehingga bunda melapor kepada ketua kelas, yang mana saat itu ketua kelas bunda adalah ayah. Walaupun ayah membantu bunda mencari, box bekal bunda tetap tidak ketemu. Ketika itu ayah bilang "maaf ya bekalnya tidak ketemu.", bundapun menjawab pasrah "iya udah gapapa.". Namun ternyata ayah dengan percayadiri malah melanjutkan memperkenalkan dirinya kepada bunda "Nama saya Bhaskoro Pradana, pake Bh, panggil aja Bhepe, saya ketua kelas AK C kalau ada apa-apa bilang aj....

Mentari

Mentari.. Aku merindukan mu Rindu, Saat lelah ku Menglayuti raga ini Berbaring dipangkuan-mu Membuat ku merasa tak sendirian Rindu, Saat penat ku Menjajah jiwa ini Bercerita dengan-mu Membuat ku merasa tak sendirian Mentari.. Darimu ku belajar kesabaran Darimu ku belajar kesetiaan Darimu ku belajar penantian Darimu ku belajar pengorbanan Mentari.. Akankah ku dapat sepertimu Mengasihi sepanjang masa Hanya memberi Tak harap kembali (Karena hari ini Jakarta diguyur hujan, dan alhasil jalanan macet. Ditengah kemacetan, suasana dingin semeriwing, dan ga tau harus ngapain. Iseng-iseng buat puisi. Puisi ini untuk mamah ku tercinta [Hartina binti Hayat]- Love U as always. Ini foto pertama dan terakhir hatta bersama mamah.)

1 Muharam 1438

1 Muharam 1438 H adalah hari yang paling membahagiakan dan menegangkan bagi keluarga kami. Tepatnya pukul 04.20 WIB saya melahirkan putra pertama kami. Kenapa diawal saya tambahkan kata "menegangkan"? Karena proses persalinan saya tidak seperti adegan sinetron, dua tiga kali ngeden tidak lama kemudian terdengar tangisan sang bayi (ini case persalinan saya, kalau persalinan ibu-ibu yang lain mungkin aja beda ya😁). Proses persalinan saya membutuhkan 7 hingga 8 jam untuk proses pembukaan hingga bayi kami terlahir. Diawali keluarnya flek dan kontraksi palsu, karena khawatir itu tanda-tanda pecah ketuban sehingga saya segera dilarikan ke rumah sakit. Rumah sakit yang saya pilih untuk saya melahirkan adalah Rumah Sakit  Hermina Bekasi, salah satu alasan saya memilih Rumah Sakit Hermina Bekasi karena jarak tempuh menuju rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari Rumah kami sekitar 15 menit. Namun dikarenakan sore itu banyak orang pawai obor dan di Sumarecon Bekasi sedang ada acara k...