Skip to main content

Marahku untuk kebaikan kalian

Hari ini, di jalur KRL stasiun manggarai, bunda mulai menulis kembali. Entah mengapa isi kepala bunda dipenuhi dengan kehampaan. Tahun ini sudah berjalan 6 bulan lebih, namun rasanya sangat amatlah melelahkan. Rasanya bunda bukanlah orangtua yang ideal seperti di drama2 atau yang ada dibuku parenting. Karena tiada hari bunda berteriak memarahi kalian. Apakah kemarahan ini wajar, atau kelelahan bunda beralih kekemaarahan kepada kalian, atau karena bunda sudah melihat betapa kejamnya cara dunia ini bekerja. Sehingga bunda terlalu memaksa kalian mengikuti standar tinggi bunda. Apakah kemarahan ini akan menjamin masa depan kalian menjadi lebih baik? Atau kemarahan bunda dapat merusak masa depan kalian?

Apakah jika bunda tahu masa depan atau ada buku bagaimana seharusnya menjadi orangtua, akankah bunda akan lebih berdamai dengan kekacauan kecil yang kalian lakukan.

Hai anak2ku..
Jika suatu saat nanti kalian sudah besar dan membaca ini. Bunda harap kalian dapat memaafkan bunda, memaafkan kemarahan bunda yang sering mencuat kepada kalian.

Karena bunda hanya ingin kalian
1. Menjadi manusia yang beriman kepada Alloh SWT dan nabi Muhammad SAW, agar dikemudian hari saat kalian menemui kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kalian, bunda berharap kalian akan tetap yakin bahwa Alloh selalu menyelipkan hikmah disetiap kejadian.
2. Menjadi orang dewasa yang mengetahui apa yang mau kalian gapai dan capai dalam hidup ini, hingga kalian ahli serta profesional dalam bidang yang kalian sukai.
3. Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat selama2nya.

Namun bunda akan berusaha mengurangi kemarahan2 bunda kepada kalian.




Comments

Popular posts from this blog

Takdir Jodoh (part1)

Hatta.. Tanggal 9 Rabiul Awal 1437 H adalah hari terpenting bagi ayah dan bunda. Karena di hari itu kakek sebagai wali nikah bunda menikahkan bunda dengan ayah. Cerita takdir jodoh ayah dan bunda (dalam versi bunda) berawal saat ayah dan bunda adalah mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Program Studi Akuntansi, sebelum memulai perkuliahan mahasiswa baru wajib mengikuti sosialisasi jurusan. Ketika sosialisasi jurusan, pada waktu makan siang, bunda kebinggungan mencari box bekal bunda, sehingga bunda melapor kepada ketua kelas, yang mana saat itu ketua kelas bunda adalah ayah. Walaupun ayah membantu bunda mencari, box bekal bunda tetap tidak ketemu. Ketika itu ayah bilang "maaf ya bekalnya tidak ketemu.", bundapun menjawab pasrah "iya udah gapapa.". Namun ternyata ayah dengan percayadiri malah melanjutkan memperkenalkan dirinya kepada bunda "Nama saya Bhaskoro Pradana, pake Bh, panggil aja Bhepe, saya ketua kelas AK C kalau ada apa-apa bilang aj....

29 Rajab 1443

Perlu waktu 5 tahun bagi saya dan suami untuk mendapatkan amanah anak kedua dari Alloh. Segala cara dan situasi sudah kami lewati: 1. Makan makanan  dan minum minuman tertentu di tanggal tertentu. 2. Mengikuti program kehamilan ke dokter, yang mana baru mau program, suami mendapat amanah tugas ke Aceh, alhasil program gagal. 3. Mengamini setiap pertanyaan kapan punya anak kedua?. Ditambah dibandingkan dengan adik ipar saya yang sudah punya anak kedua lebih dulu. Dari hal-hal tersebut diatas saya belajar. Jika nanti saya menanyakan seseorang (baik orang dekat atau baru kenal) mengenai jumlah anak (kalau bisa tidak perlu menanyakan, biar orangnya sendiri yang bercerita), maka saya tidak usah bertanya lebih dalam, apa lagi membanding-bandingkan dan atau memberikan advice.  Memiliki anak merupakan rezeki dari Alloh. Hanya Alloh yang mengetahui waktu yang tepat kapan rezeki berupa anak diberikan kepada pasangan suami istri, sehingga sepatutnya pasangan tersebut hanyalah...

First post

Assalamualaikum.. Saya Ismi Febrianty.. Blog ini merupakan kumpulan beberapa catatan peristiwa penting dalam hidup saya..